Sabtu, 22 Oktober 2016 0 Comments

Bondowoso Republik Kopi


Link Bondowoso Republik Kopi, http://republikkopi.com

0 Comments

Nusantara Sehat

LATAR BELAKANG
Fokus kebijakan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) untuk periode 2015 – 2019 adalah penguatan Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer. Prioritas ini didasari oleh permasalahan kesehatan yang mendesak seperti angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, angka gizi buruk, serta angka harapan hidup yang sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan primer. Penguatan yankes primer mencakup tiga hal: Fisik (pembenahan infrastruktur), Sarana (pembenahan fasilitas), dan Sumber Daya Manusia (penguatan tenaga kesehatan). 

Program Nusantara Sehat merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dicanangkan oleh Kemenkes dalam upaya mewujudkan fokus kebijakan tersebut. Program ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diutamakan oleh Pemerintah guna menciptakan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan. 

Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat yang berfungsi memberikan pelayanan kesehatan dan melakukan upaya preventif melalui pendidikan kesehatan, konseling serta skrining (penapisan). 

TUJUAN
Program Nusantara Sehat bertujuan untuk menguatkan layanan kesehatan primer melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar di DTPK dan DBK juga mempunyai tujuan menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, menggerakan pemberdayaan masyarakat dan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi serta meningkatkan retensi tenaga kesehatan yang bertugas di DTPK. Program ini merupakan program lintas unit utama di Kemenkes yang fokus tidak hanya pada kegiatan kuratif tetapi juga promotif dan preventif untuk mengamankan kesehatan masyarakat (public health) dari daerah yang paling membutuhkan sesuai dengan Nawa Cita.

SEKILAS PROGRAM
Program Nusantara Sehat melalui penempatan tenaga kesehatan berbasis tim, dilakukan berdasarkan hasil kajian terhadap distribusi tenaga kesehatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2012. Salah satu rekomendasi kajian menunjukkan bahwa penempatan tenaga kesehatan untuk daerah tertentu lebih baik jika dilakukan berbasis tim. Kajian tersebut ditindaklanjuti dengan uji coba penempatan tenaga kesehatan berbasis tim pada tahun 2014 di 4 Puskesmas pada 4 kabupaten di 4 Propinsi (Prop. Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Maluku dan Papua) dan berhasil meningkatkan kunjungan Puskesmas serta Upaya Kesehatan Masyarakat. Dari segi tenaga kesehatan mereka merasa lebih nyaman karena ditempatkan dan bekerja dalam satu tim. Pada tahun 2015 telah ditempatkan Tim Nusantara Sehat Periode I sebanyak 142 orang di 20 puskesmas pada bulan Mei 2015 dan Tim Nusantara Sehat Periode II sebanyak 552 orang di 100 puskesmas pada bulan Desember 2015.

PENDEKATAN
Pendekatan yang dilakukan program Nusantara Sehat bersifat komprehensif dengan melibatkan anggota tim dengan berbagai jenis tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian. 

TARGET PROGRAM TAHUN 2016
Periode I tahun 2016:
Unit capaian : Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
Jumlah capaian : 70 Puskesmas
Jumlah tenaga kesehatan : 630 orang
Rencana penempatan : Bulan Mei 2016

Periode II tahun 2016:
Unit capaian : Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
Jumlah capaian : 60 Puskesmas
Jumlah tenaga kesehatan : 540 orang
Rencana penempatan : Bulan Oktober 2016

PESERTA
Peserta program adalah para tenaga profesional kesehatan yang terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian, dengan persyaratan usia maksimal 35 tahun untuk dokter dan dokter gigi dan 30 tahun untuk tenaga kesehatan lainnya serta bersedia mengabdikan dirinya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai kebutuhan Kementerian Kesehatan. 

Peserta Tim Nusantara Sehat melalui proses seleksi administrasi dan seleksi psikologi (test psikologi, FGD, dan wawancara). Peserta yang lolos seleksi adalah peserta yang memperlihatkan kemampuan sosialisasi dan berkomunikasi yang baik, memperlihatkan inisiatif dan pengambilan keputusan yang baik, serta berkomitmen terhadap tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

Kemenkes senantiasa mendorong seluruh tenaga kesehatan profesional untuk ikut serta dalam program Nusantara Sehat dengan mendaftarkan diri baik secara online melalui situs resmi Nusantara Sehat : www.nusantarasehat.kemkes.go.id

Penempatan 1170 orang tenaga kesehatan akan dilakukan secara berkesinambungan ke 130 Puskesmas dan mereka akan bertugas di masing-masing Puskesmas selama 2 (dua) tahun. Seluruh peserta diberikan pembekalan materi bela negara, keahlian medis dan non-medis serta pengetahuan tentang program – program kesehatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan . Mereka juga diberikan pemahaman terhadap budaya-budaya lokal sehingga diharapkan mereka dapat berinteraksi dengan petugas kesehatan setempat dan masyarakat sekitar di daerah penempatan. 

Informasi lebih lanjut tentang Nusantara Sehat dapat diakses melalui : 
0 Comments

Penanganan Syok Anafilaktik


1. TUJUAN :
Sebagai Pedoman kerja bagi petugas medis / paramedis dalam melakukan pelayanan penanganan Syok Anafilaktik. 

2. SASARAN :
Tenaga Medis / Paramedis dalam melakukan pelayanan / Penatalaksanaan Syok Anafilaktik di Ruang Pelayanan.

3. URAIAN UMUM :
» Penatalaksanaan Syok Anafilaktik :
Penyuntikan Adrenalin 0,3 – 0,5 ml IM bila pasien mengalami reaksi /syok setelah penyuntikan ( dengan tanda-tanda : sesak, pingsan, kelainan kulit ).

4. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN :

A. Penanganan Utama dan segera :
1. Hentikan pemberian obat / antigen penyebab.
2. Baringkan penderita dengan posisi tungkai lebih tinggi dari kepala.
3. Berikan Adrenalin 1 : 1000 ( 1 mg/ml ) segera secara IM pada otot deltoideus, dengan dosis 0,3 – 0,5 ml (anak : 0,01 ml/kgbb), dapat diulang tiap lima menit, pada tempat suntikan atau sengatan dapat diberikan 0,1 – 0,3 ml pemberian adrenalin IV apabila terjadi tidak ada respon pada pemberian secara IM, atau terjadi kegagalan sirkulasi dan syok, dengan dosis ( dewasa) : 0,5 ml adrenalin 1 : 1000 ( 1 mg / ml ) diencerkan dalam 10 ml larutan garam faali dan diberikan selama 10 menit.
4. Bebaskan jalan napas dan awasi vital sign ( Tensi, Nadi, Respirasi ) sampai syok teratasi.
5. Pasang infus dengan larutan Glukosa bila tekanan darah systole kurang dari 100 mmHg.
6. Pemberian oksigen 5-10 L/menit
7. Bila diperlukan rujuk pasien ke RSU terdekat dengan pengawasan tenaga medis.

B. Penanganan Tambahan :
1. Pemberian Antihistamin :
Difenhidramin injeksi 50 mg, dapat diberikan bila timbul urtikaria.
2. Pemberian Kortikosteroid :
Hydrokortison inj 7 – 10 mg / kg BB, dilanjutkan 5 mg / kg BB setiap 6 jam atau deksametason 2-6 mg/kgbb. untuk mencegah reaksi berulang. Antihistamin dan Kortikosteroid tidak untuk mengatasi syok anafilaktik.
3. Pemberian Aminofilin IV, 4-7 mg/kgbb selama 10-20 menit bila terjadi tanda – tanda bronkospasme, dapat diikuti dengan infuse 0,6 mg /kgbb/jam, atau brokodilatator aerosol (terbutalin, salbutamol ).

C. Penanganan penunjang :
1.Tenangkan penderita, istirahat dan hindarkan pemanasan.
2.Pantau tanda-tanda vital secara ketat sedikitnya pada jam pertama

Referensi :
Departemen Kesehatan RI. 2002.
Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas.
Direktorat Jenderal Keparmasian dan Alat Kesehatan.
Kamis, 06 Oktober 2016 0 Comments

Kelas Ibu Balita Ponkesdes Sumber Waru 2016

Kelas Ibu Balita Ponkesdes Sumber Waru dilaksanakan 3 tahap, tahap I khusus untuk balita usia 0-12 Bulan, tahap II khusus untuk balita usia 12-24 bulan, dan tahap III khusus untuk balita usia 24-60 bulan. Berikut dokumentasinya...

doc.September/2016

 Kelas Ibu balita 0-12 bulan



 Kelas Ibu balita 12-24 bulan



 Kelas Ibu Balita 24-60 bulan


0 Comments

Kelas Remaja Ponkesdes Sumber Waru 2016

Kegiatan Kelas Remaja memasuki tahun kedua di tahun 2016 ini. Secara serentak dilakukan di semua desa di wilayah kerja Puskesmas Binakal, tak terkecuali di Ponkesdes Sumber Waru dengan sasaran para remaja. Berikut dokumentasinya...

doc. Agustus/2016 



Berikut dokumentasi di Ponkesdes dan Pustu di wilayah kerja Puskesmas Binakal...









Senin, 29 Agustus 2016 0 Comments

Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 4 tahun 2010


Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 4 tahun 2010 tentang Pondok Kesehatan Desa di Jawa Timur, unduh Klik di sini!!!
Kamis, 18 Agustus 2016 0 Comments

Dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia

71 tahun silam, melalui para pahlawan pahlawannya, bangsa Indonesia berhasil memperoleh kemerdekaannya sendiri dengan susah payah, dengan pengorbanan jiwa dan raga, dan tentunya dengan ijin dari Sang Pencipta Allah SWT. Mari sejenak kita mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Semoga kita sebagai generasi muda penerus mampu mengemban amanah yang berat ini untuk kedepannya. Amin....

Selasa, 09 Agustus 2016 1 Comments

Makna / Arti Lambang Puskesmas


Makna / arti lambang PUSKESMAS

1.Bentuk segi enam (hexagonal), melambangkan:
a.Keterpaduan dan kesinambungan yang terintegrasi dari 6 prinsip yang melandasi penyelenggaraan Puskesmas.
b.Makna pemerataan pelayanan kesehatan yang mudah di akses masyarakat.
c.pergerakan dan pertanggungjawaban Puskesmas di wilayah kerjanya.

2.Irisan dua buah bentuk lingkaran melambangkan dua unsur upaya kesehatan, yaitu:
a.Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan masyarakat.
b.Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan perorangan.

3.Stilasi bentuk sebuah bangunan, melambangkan Puskesmas sebagai tempat / wadah diberlakukannya semua prinsip dan upaya dalam proses penyelenggaraan kesehatan.

4.Bidang segitiga mewakili tiga faktor yang memengaruhi status derajat kesehatan masyarakat yaitu genetik, lingkungan, dan perilaku.

5.Bentuk palang hijau berbentuk segi enam melambangkan pelayanan kesehatan yang mengutamakan promotif preventif.

6.Warna hijau melambangkan tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan Puskesmas, dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

7.Warna putih melambangkan pengabdian luhur Puskesmas.Shafa's...
Rabu, 15 Juni 2016 0 Comments

Kebijakan Pro Lansia Masih Kurang

Blitar, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifulah Yusuf mengatakan kedepan perlu ada perhatian khusus terhadap kaum lanjut usia (Lansia). Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengatakan setiap tahun jumlah lansia khususnya di Jawa Timur semakin bertambah dan mereka para lansia memiliki harapan hidup yang tinggi. Namun kondisi ini tidak didukung dengan kebijakan pemerintah yang pro terhadap mereka.

“Lansia di Jawa Timur itu sekarang ada 4 juta lebih, usia harapan hidup lansia itu naik terus dari tahun ke tahun tapi mereka itu kurang terurus,” kata Gus Ipul, Sabtu (28/5/2016), saat menghadiri pemecahan rekor MURI makan nasi pecel dan minum sari belimbing serta memperingati Hari Lansia Nasional di Alun-Alun Kabupaten Blitar.

Lanjut Gus Ipul, ke depan pemerintah harus lebih memperhatkan lansia. Kebijakan bagi kaum lansia ini harus diberikan porsi yang sama seperti pemerintah mengurus balita dan ibu hamil. “Mengurus lansia itu sama pentingnya dengan mengurus balita dan ibu hamil, lansia harus disejahterakan agar jumlah mereka itu semakin banyak. Lansia juga harus diberikan perhatian lebih, dengan program yang bagus untuk merawat mereka," imbuhnya.

Sumber : klik disini
Sabtu, 11 Juni 2016 0 Comments

Lansia Sehat, Lansia Aktif dan Produktif

Lanjut usia,...manusia pasti akan memasuki sebuah masa dimana sebuah keterbatasan menjadi momok bagi mereka. Usia yang terus bertambah namun dengan segala keterbatasan yang mereka sanding harusnya bukan menjadi suatu hal yang membuat kualitas dan produktivitas hidup mereka menurun. Justru sebaliknya, keterbatasan dan kekurangan itu harus menjadi suatu pemacu untuk terus aktif di masa tua. 

Pemerintah telah menetapkan tanggal 29 Mei sebagai Hari Lanjut Usia Nasional. Ya,...itu semua dilakukan untuk menghargai dan menghormati para lanjut usia yang sudah mengisi hari hari ditanah air tercinta kita ini, Indonesia. Juga sebagai penyemangat bagi para lanjut usia untuk menjalani hidup kedepannya. Spirit dan optimisme harus tetap ada. Usia boleh bertambah, fisik boleh menua tapi semangat jangan sampai meredup.

"KAMI NAKES PONKESDES SUMBERWARU DAN KELUARGA BESAR PUSKESMAS BINAKAL MENGUCAPKAN SELAMAT HARI LANJUT USIA 2016. LANSIA SEHAT, LANSIA AKTIF DAN PRODUKTIF..."

Doc.
Kegiatan : Materi Penyuluhan Lansia, Senam Lansia, Pembagian Sembako...







Minggu, 24 April 2016 0 Comments

Pelantikan Pengurus DPD PPNI Kabupaten Bondowoso 2016 - 2021

SELAMAT DAN SUKSES
atas dilantiknya Bapak H. BAGUS SUPRIYADI, S.Kep. Ns, SIP, MM
sebagai Ketua dan pengurus DPD PPNI Kabupaten Bondowoso
tahun 2016 - 2021

Semoga berkah dan amanah. Amin...

0 Comments

Posyandu Sekolah - Program Inovasi Ponkesdes

Posyandu yang dikenal secara luas hanya ada dua, Posyandu Balita dan Posyandu Lansia. Namun di Desa Sumber Waru, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso saat ini mulai dirintis sebuah posyandu yang terdapat di sekolah dasar, posyandu ini dikenal dengan Posyandu Sekolah. Hal ini merupakan salah satu dari beberapa program inovasi yang dimunculkan oleh Ponkesdes Sumber Waru. Kenapa harus sekolah? Karna disekolah kami melihat bahwa :
1.Pelayanan terhadap siswa siswi sekolah dasar yang minim.
2.Mengukur tinggi badan (TB) dan berat badan (BB) secara teratur tiap bulannya termasuk dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sekolah.
3.Berbagi ilmu pengetahuan tentang kesehatan melalui kegiatan penyuluhan yang dilakukan pada saat kegiatan posyandu.
4.Memberdayakan para kader tiwisada yang sudah dibentuk.
5.Mempersiapkan kader tiwisada sebagai promotor dan motivator hidup sehat baik dilingkungan sekolah maupun di masyarakat.
6.Usia 7-12 tahun, merupakan usia yang sangat tepat untuk menanamkan kebiasaan PHBS yang selama ini sering dikesampingkan atau bahkan dilupakan.
Maka dari itu perlu rasanya bagi kami untuk membentuk kegiatan yang sangat bermanfaat ini dan utamanya mengembangkan lagi kedepannya agar menjadi lebih baik.
Bertepatan dengan suasana perayaan hari Kartini 21 April 2016 kemarin, pada tanggal 22 April 2016 kami melaunching kegiatan Posyandu Sekolah ini di SDN Sumber Waru II dengan jumlah kader tiwisada 5 siswa. Dan pada tanggal 23 April 2016 kami juga menggelar kegiatan yang sama di SDN Sumber Waru I dengan jumlah kader tiwisada 8 siswa. Semoga kegiatan ini kedepannya bisa bermanfaat dan berkah untuk semuanya. Dan tentunya akan ditunggu kehadirannya, harapan baru generasi muda PHBS di masa mendatang. Amin...

Doc.
Meja 1 Pendaftaran

Meja 2 Penimbangan




Meja 3 Pencatatan

Meja 4 Penyuluhan dan Meja 5 Pelayanan Kesehatan
Persiapan kader sebagai promotor dan motivator hidup sehat
Senin, 18 April 2016 3 Comments

Pembinaan Kader Tiwisada

 Kader Tiwisada SDN Sumber Waru I dan SDN Sumber Waru II
Ada yang menyebutnya Dokter kecil. Ada juga yang memanggil dengan sebutan kader Tiwisada. Namun yang pasti mereka adalah kumpulan siswa siswi terpilih yang memiliki dedikasi di bidang kesehatan, dan memiliki semangat tinggi untuk melakukan perubahan. Kader Tiwisada ini sangatlah penting peranannya. Tanpa mereka UKS tidak akan berjalan dengan baik. Peran mereka sebagai promotor dan motivator kesehatan sangatlah besar di lingkungan sekolah, lingkungan yang notabene menjadi tempat para generasi muda ibu pertiwi ini belajar dan mencari ilmu. Dari sanalah PHBS yang menjadi pilar kesehatan dimulai. Perlahan lahan perilaku hidup bersih dan sehatpun ditanamkan pada diri mereka. Peran ini semata mata tidak hanya menjadi tanggung jawab guru sebagai tenaga pengajar, namun kita juga harus melihat realita yang ada bahwa dengan melibatkan beberapa diantara mereka untuk dijadikan kader kesehatan akan lebih efektif hasil kedepannya. Mereka yang nantinya dilibatkan untuk menjadi kader Tiwisada akan memiliki nilai plus dalam hal pendekatan. Karena pendekatan guru ke murid akan berbeda jika dibandingkan dengan pendekatan murid ke murid yang lebih fleksibel, santai, tidak formal namun lebih mengena. Oleh karena itu, pada tanggal 18 April 2016 saya sebagai perawat ponkesdes mengadakan pembinaan kader Tiwisada di SDN Sumber Waru 1 dan SDN Sumber Waru 2. Materi pembinaan antara lain:
1.UKS
2.Pengertian kader Tiwisada
3.Peran kader Tiwisada di sekolah
4.PHBS di sekolah
5.Pentingnya CTPS di kehidupan sehari hari
6.Persiapan launching kegiatan Posyandu Sekolah.

BELANTARA INDONESIA

by admin :

by admin :
Ponkesdes Sumber Waru. Diberdayakan oleh Blogger.
 
;