Rabu, 11 Maret 2015 0 Comments

UU Keperawatan No 38 Tahun 2014

Setelah disahkan pada tanggal 25 September 2014, Naskah UU Keperawatan akhirnya di release oleh Biro Hukum dan Organisasi Kementrian Kesehatan. UU Keperawatan dengan No 38 Tahun 2014 merupakan hadiah terindah perawat indonesia setelah berjuang puluhan tahun untuk mengegolkan  UU Keperawatan tersebut. Untuk detail lebih lanjut mengenai content dan isi dari UU Keperawatan, silahkan download file PDF nya disini!!!

0 Comments

Munas IX PPNI, Pesta 5 Tahunan Perawat Indonesia!!!

Tanggal 7-9 Mei 2015 tak terasa sudah diujung bulan, tepatnya tersisia 2 bulan. Momentum MUNAS IX PPNI kali ini adalah merupakan yang pertama dalam era system jaminan kesehatan dan era Undang Undang Keperawatan serta era perdagangan bebas ASEAN. Tentunya, kita harapkan akan ada nuansa baru dalam pelaksanaan dan subtansi serta spirit dari era sebelumnya.

Pada era Munas kali ini, setiap PPNI propinsi akan diberikan satu stand untuk ‘memamerkan’ propinsinya. Peluang ini semoga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengurus PPNI Propinsi sehingga aura ke-Indonesia-an PPNI dapat terpancar dari kemeriahan stand propinsi-propinsi. Stand juga tersedia untuk pengurus ikatan dan himpunan. 

Selama Munas juga akan diselenggarakan pameran alat kesehatan dan keperawatan (nursing expo) dengan peserta dari produsen alat keperawatan/kesehatan, alat peraga pendidikan dan produk yang terkait dengan perawat. 

Nuansa expo akan dikemas lebih modern dan berkelas. Sebagai penyegar dan penyejuk, acara seni dan wisata belanja serta wisata budaya juga akan digelar dalam momen ini.
Seperti Munas sebelumnya, momentum lima tahunan ini adalah pesta ide, pesta gagasan dan pesta demokrasi perawat Indonesia. Untuk itu jangan lewatkan momentum lima tahunan perawat indonesa di Palembang, 7-9 Mei 2015. Silahkan unduh brosur final announcement sebagai undangan peserta Munas IX.

Undangan dapat di download di link berikut :

0 Comments

Hj. Rabiah - Profil Tokoh

Seorang inspirator untuk kita profesi perawat yang semakin membuat kita bangga dengan profesi kita saat ini, dialah ibu Hj. Andi Rabiah atau yang lebih dikenal dengan nama Suster Apung adalah salah satu perawat yang mendedikasikan hidupnya untuk membantu sesama di daerah kepulauan.


Tidak pernah terbesit didalam pemikirannya bahwa ia akan menghabiskan separuh hidupnya mengarungi lautan di Kepulauan Sulawesi dan Flores untuk menyembuhkan pasien-pasien yang tersebar di sekitar pulau-pulau kecil dengan hanya berbekal tekad dan perahu. Dalam melakukan kegiatannya ia tidak pernah mengeluh sekalipun, bahkan pada tahun pertamanya ia bekerja sebagai perawat, ia selalu menagih janji kepada kepala desa yang pernah menjanjikannya untuk melaut. Sebagai perawat, ia memiliki prinsip yaitu bekerja sebagai pelayanan dan tanggung jawab kepada masyarakat. Ia memandang bahwa mereka juga saudara kita dan rakyat Indonesia berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Seperti yang ia katakan suatu waktu “Tidak ada yang boleh meninggal karena melahirkan dan tidak ada pula yang boleh meninggal karena diare”. Sebuah sikap yang terus diperjuangkan sekuat tenaga meskipun selalu mengarungi lautan yang sering kali tidak ramah. Walaupun hasil gaji yang diterima tidaklah besar dan tidak ada jaminan asuransi, namun Ia tetap mengabdikan dirinya untuk membantu pasien yang membutuhkan jasanya.

Ibu Rabiah lahir di Sigeri, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), 29 Juni 1957. Setamat SMP, ia melanjutkan sekolah di Penjenang Kesehatan (PK), sekolah kesehatan setingkat SPK. Masuk ke PK pada 1975-1976.Lulus PK, April 1977, Ibu Rabiah jadi pegawai negeri sipil di Puskesmas Liukang Tanggaya, Pulau Saputan, Kecamatan Liukang Tanggaya, Kabupaten Pangkep. Status itu masih disandangnya hingga kini. Di Puskesmas Liukang Tanggaya, wilayah kerjanya meliputi 25 pulau. Di antaranya, Pulau Sumanga, Saelo, Satanga, dan Kapoposan Bali. Ke-25 pulau itu dibagi jadi lima wilayah, yaitu wilayah tengah, barat,utara, timur, dan selatan. 

Ibu Rabiah menggambarkan, jarak tempuh dari wilayah tengah ke wilayah timur berkisar 11 jam perjalanan dengan transportasi air. Bahkan, ada pulau yang letaknya lebih dekat ke Lombok ketimbang ke Makassar sehingga perjalanan butuh waktu lebih lama lagi."Kalau mau ke pulau untuk mengobati pasien, berangkat pagi-pagi dengan perahu motor. Rata-rata baru sampai di tujuan saat magrib," kata Ibu Rabiah.

Selama menjalani pekerjaanya sebagai perawat, tak jarang Ibu Rabiah didera kesulitan. Perahunya bocor adalah salah satu kendala yang kerap dialaminya. Pada 1979, perahu motornya malah pernah menghantam karang. Ibu Rabiah dan 14 orang penumpang lainnya terdampar tujuh hari tujuh malam di Pulau Karang Kapas, pulau karang tanpa tumbuhan dan tak berpenghuni.

"Kapal yang saya tumpangi kebetulan membawa penyu. Lalu, kami membakar besi dan menulis kapal Pelita Jaya terdampar di atas karang kapas tanggal 6, bulan 3, malam Selasa, di atas kulit penyu yang sudah mati. Setelah tujuh hari, akhirnya datang bantuan dari Pulau Sailus Kecil," kenang Ibu Rabiah.

Dalam peristiwa itu, Ibu Rabiah harus berbagi nasi yang dimasak dari beras seliter untuk 14 orang per hari. Sebagai bahan bakar, ia menggunakan kayu dari puing-puing kapal yang rusak terhantam karang. Dalam menjalankan tugasnya, suster Ibu Rabiah memang harus menggunakan perahu dan melawan ombak. Itu dilakoninya dengan ikhlas. Tujuannya hanya satu: mendatangi orang yang membutuhkan pertolongannya. Ke pelosok mana pun Ibu Rabiah datang untuk menolong. Ia mendedikasikan hidupnya untuk orang banyak sepanjang 30 tahun. Tanpa keluh, tanpa bosan, tanpa lelah.

Ibu Rabiah tidak malu mengakui perbuatannya ketika harus memberikan cairan infus yang sudah kadaluarsa lima tahun kepada pasiennya. Itu terjadi 10 tahun lalu. Di Pulau Sapuka, penyakit diare mewabah dan persediaan cairan infus sudah habis, sementara satu pasien dalam kondisi sekarat.

"Cairan infus yang ada tinggal peninggalan teman yang sudah pindah tugas. Saya ragu-ragu juga, pasang...tidak...pasang...tidak. Akhirnya saya pasang. Setelah masuk tiga botol, saya lihat ada perubahan dan saya tambahkan sampai 10 botol. Alhamdulillah, si pasien sembuh dan masih sehat sampai sekarang," tutur Ibu Rabiah. "Pilihannya waktu itu, kalau saya tidak infus si pasien akan mati. Jadi, saya ambil resiko. saya infus biar pakai cairan kadaluarsa," ungkap Ibu Rabiah.

Ibu Rabiah, ibu dari empat orang anak, mengenal dunia medis dari neneknya. Setamat SMP, ia terus memperdalam soal medis. Ia ingin mengikuti jejak neneknya, tenaga medis pertama di kampungnya. Dorongan niat yang begitu kuat membuat Ibu Rabiah tak mengeluh ketika diterima jadi PNS dengan gaji pertama Rp 17 ribu. Ia pun tak menolak ditugaskan di pulau. Sampai sekarang, dengan statusnya yang menjanda (suami meninggal), misi sebagai penyembuh itu ia jalani. Hitungannya sudah 30 tahun!


Nama Ibu Rabiah dan julukan 'Suster Apung' mencuat sejak muncul di acara Kick Andy tayangan Metro TV. Ia mengaku pernah diberi uang Rp 200 juta oleh Wapres M Jusuf Kalla. Uang itu ia pakai untuk membeli perahu, sembako, solar, dan bayar ABK. Kini, Ibu Rabiah si 'Suster Apung' berkeliling dari satu pulau ke pulau terpencil lainnya untuk mengobati pasien. Dan, perjalanannya melakoni misi mulia untuk orang banyak bergulir lebih lancar berkat perahu anyar pemberian JK. 

Dedikasi, semangat pantang menyerah, tegar, pengorbanan untuk membantu sesama adalah sedikit gambaran dari Ibu Hj. Andi Ibu Rabiah, seorang sosok yang patut menjadi teladan bagi kita semua. Shafa's... 


Tonton film dokumenternya  disini!!!
Jumat, 06 Maret 2015 15 Comments

Diagnosa Keperawatan Keluarga

Daftar Diagnosa Keperawatan Keluarga Berdasarkan NANDA, 1995


1 . Diagnosa Keperawatan Keluarga pada masalah Lingkungan
a. Kerusakan  penatalaksanaan pemeliharaan rumah (Higiene lingkungan)
b. Resiko terhadap cidera
c. Resiko terjadi infeksi(penularan penyakit)

2. Diagnosa Keperawatan Keluarga pada masalah Struktur Komunikasi
Komunikasi Keluarga Disfungsional

3. Diagnosa Keperawatan Keluarga pada masalah Struktur Peran
a . Berduka dan diantisipasi
b. Berduka disfungsional
c . Isolasi sosial
d. Perubahan dalam proses keluarga (dampak adanya orang yang sakit
terhadap keluarga)
e. Potensial peningkatan  menjadi orang tua
f. Perubahan menjadi orang tua (krisis menjadi orang tua)
g. Perubahan penampilan peran
h. Kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah
i. Gangguan citra tubuh

4. Diagnosa Keperawatan Keluarga pada masalah Fungsi Afektif
a. Perubahan proses keluarga
b. Perubahan menjadi orang tua
c . Potensial peningkatan menjadi orang tua
d. Berduka yang diantisipasi
e .Koping keluarga tidak efektif, menurun
f. Koping keluarga tidak efektif, ketidakmampuan
g. Resiko terhadap tindakan kekerasan

5. Diagnosa Keperawatan Kcluarga pada masalah Fungsi Sosial
a. Perubahan proses keluarga
b. Perilaku mencari bantuan kesehatan
c. Konflik peran orang tua
d. Perubahan menjadi orang tua
e. Potensial peningkatan menjadi orang tua
f. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan
g. Perubahan pemeliharaan kesehatan
h. Kurang pengetahuan
i. Isolasi sosial
j. Kerusakan interaksi sosial
k. Resiko terhadap tindakan kekerasan
1. Ketidakpatuhan
m. Gangguan identitas pribadi

6. Diagnosa Keperawatan Keluarga pada masalah Fungsi Perawatan Kesehatan
a. Perubahan pemeliharaan kesehatan
b. Potensial peningkatan pemeliharaan kesehatan
c . Perilaku mencari pertolongan kesehatan
d. Ketidakefektifan penatalaksanaan aturan terapeutik keluarga
c. Resiko terhadap penularan penyakit

7. Diagnosa Keperawatan Keluarga pada masalah Koping
a. Potensial peningkatan koping keluarga
b. Koping keluarga tidak efektif, menurun
c. Koping keluarga tidak efektif, ketidakmampuan
d. Resiko terhadap tindakan kekerasan

Definisi Operasional Diagnosa Keperawatan Keluarga

(1) Kerusakan Penatalaksanaan Pemeliharaan Rumah
Suatu kondisi dimana keluarga mengalami/beresiko mengalami kesulitan mempertahankan kebersihan dan menjaga lingkungan rumah,
(2) Resiko terhadap Cedera yang Berhubangan Dengan Kurangnya Kesadaran terhadap Bahaya Lingkungan
Suatu kondisi dimana keluarga mempunyai resiko yang merugikan yang disebabkan kurangnya kesadaran terhadap bahaya lingkungan atau usia maturasi.
(3) Resiko terhadap Penularan Infeksi ,
Kondisi dimana keluarga beresiko menularkan agen agen patogen ke anggota yang lain.
(4) Komunikasi Keluarga Disfungsional
Keadaan dimana keluarga.mengalami atau beresiko terhadap penurunan untuk mengirim/menerima pesan.
(5) Berduka yang Diantisipasi
Suatu keadaan dimana keluarga mengalami reaksi reaksi dalam berespon terhadap kehilangan bermakna yang diperkirakan.
(6) Berduka Disfungsional
Suatu kondisi dimana keluarga mengalami berduka jangka panjang yang tak teratasi dan menimbulkan aktivitas yang merusak.
(7) Peruhahan Proses Keluarga Berhubungan Dengan Dampak Anggota Keluarga yang Sakit Dalam Sistem Keluarga
Suatu keadaan dimana dukungan keluarga yang biasa diterima, mengalami/ beresiko mendapat suatu stressor yang mengancam terapi keluarga yang sebelumnya efektif.
(8) Perubahan menjadi Orang Tua
Suatu keadaan dimana Keluarga memperlihatkan ketidakmampuan yang nyata atau potensial dalam menyediakan lingkungan yang mendukung dalam pemeliharaan tumbuh kembang anggota keluarga.
(9) Perubahan Penampilan Peran
Suatu kondisi dimana keluarga rnengalami/beresiko mengalaini gangguan pada cara ia merasakan penampilan perannya.
(10) Gangguan Citra Tubuh
Suatu pernyataan pengalaman keluarga yang berada dalam/kemungkinan mengalarni suatu gangguan dalam cara individu menerima citra tubuhnya sendiri.
(11) Koping Keluarga Menurun
Suatu keadaan dimana orang utama yang menjadi pendukung (anggota kcluarga, teman dekat) tidak cukup/tidak efektif memberi dukungan untuk kesepakatan, kenyamanan, bantuan atau dorongan yang dibutuhkan
mencapai keluarga untuk mengatasi atau melaksanakan tugas tugas secara adaptif berkenaan dengan perubahan kesehatannya.
(12) Koping Keluarga Tidak Efektif Ketidakmampuan
Suatu keadaan dimana keluarga menunjukkan/beresiko menunjukkan destruktif dalam berespon terhadap ketidakmampuan untuk mengatasi stressor internal/eksternal karena ketidakadekuatan sumber (fisik, kognitif,  psikologis).
(13) Resiko terhadap Tindakan Kekerasan
Suatu keadaan dimana keluarga telah atau beresiko menjadi merusak yang diarahkan pada orang lain atau lingkungan.
(14) Perilaku Mencari Bantuan Kesehatan
Suatu kondisi dimana keluarga pada kesehatan yang stabil secara aktif mencari cara untuk mengubah kebiasaan kesehatan diri/lingkungan untuk lebih meningkatkan kesehatan.
(15) Konflik Peran Orang Tua
Suatu keadaan dimana orang tua mendapatkan pengalaman pertama atau mengalami perubahan peran dalam berespon terhadap faktor dari luar (sakit hospitalisasi, perceraian, perpisahan).
(16) Perubahan Pertumbuban dan Perkembangan
Suatu keadaan dimana keluarga mengalami / beresiko terhadap kerusakan kemampuan untuk melakukan tugas tugas perkembangan.
(17) Perubahan Pemeliharaan Kesehatan
Suatu keadaan dimana keluarga mengalami / beresiko untuk mengalami gangguan dalam kesehatan yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat atau kurangnya pengetahuan dan ketrampilan dalam menangani suatu kondisi.
(18) Kurang Pengetahuan
Suatu kondisi dimana keluarga mengalami kekurangan pengetahuan kognitif dan ketrampilan mengenai suatu kondisi atau pengobatan.
(19) Isolasi Sosial
Suatu keadaan dimana keluarga mengalami/memahami suatu kebutuhan atau mengharapkan untuk melibatkan orang lain tetapi tidak dapat membuat hubungan tersebut.
(20) Kerasakan Interaksi Sosial
Suatu keadaan dimana keluarga mengalarni atau beresiko mengalami pengalaman yang negatif, insufisiensi atau respon yang tidak memuaskan dalam interaksi.
(21) Ketidakpatuhan
Suatu kondisi dimana keluarga yang sebenamya mau melakukan tetapi dicegah dari melakukannya oleh faktor faktor yang menghalangi ketaatan terhadap anjuran yang berhubungan dengan kesehatan yang diberikan oleh profesi kesehatan.
(22) Gangguan Identitas Pribadi
Suatu kondisi dimana keluarga mengalami atau beresiko mengalarni ketidakmampuan untuk membedakan antara dalam dirinya dan bukan dirinya.
(23) Penatalaksanaan Aturan Terapeutik Keluarga : Tidak Efektif
Suatu pola dimana keluarga mengalamilberesiko mengalami kesulitan dalam menyatukan program kehidupan sehari hari untuk penatalaksanaan penyakit dan gejala sisa penyakit yang memenubi tujuan kesehatan khusus.Shafa's...

 Baca Juga : Tahap Perkembangan Keluarga
Rabu, 04 Maret 2015 0 Comments

Yanti Turang - Profil Tokoh

Tak banyak yang mengenal salah satu sosok berikut ini, termasuk di kalangan profesi perawat itu sendiri , dialah Yanti Turang, seorang perawat berdarah Indonesia yang sekarang tinggal di New Orleans (AS) masuk dalam salah satu tokoh muda Australia masa depan karena berbagai kegiatannya di bidang kesehatan di Indonesia lewat organisasi bernama Learn To Live Global.


Yanti Turang adalah salah seorang dari 19 warga muda Australia yang masuk dalam sebuah buku bernama Future Chasers yang akan diluncurkan oleh Departemen Perdagangan Internasional Australia bertepatan dengan peringatan Australia Day Senin (26/1/2015).
Dari 19 orang tersebut, 15 diantaranya sekarang masih berdomisili di Australia dan empat lainnya termasuk Yanti Turang berasal dari Indonesia, Sri Lanka, India dan Malaysia.
Dalam percakapan dengan wartawan ABC L. Sastra Wijaya hari Jumat (23/1/2015) Yanti Turang mengatakan bangga bahwa dirinya menjadi bagian dari kampanye untuk memperkenalkan para tokoh muda Australia yang sudah menunjukkan prestasi mereka. "Nama saya masuk di situ karena di tahun 2014 kemarin saya terpilih untuk menerima penghargaan Young Achiever Award dari La Trobe University." kata Yanti. Yanti yang ayahnya berasal dari Sulawesi Utara dan ibunya asli Australia ini memang menempuh pendidikan di bidang keperawatan di La Trobe University di Victoria dan tamat tahun 2009. Yanti sebelumnya pernah juga menempuh pendidikan di universitas yang sama dan menamatkan pendidikan S1 di bidang Kajian Bahasa Indonesia, dan kemudian pindah ke New Orleans.


Di kota tersebut, Yanti pernah merasakan akibat Badai Katrina, yang melululantakkan kota tersebut di tahun 2005. Di kota tersebut, Yanti juga memiliki kegiatan sebagai bintang vokal kelompok musik indie Mahayla selain juga bekerja sebagai perawat. Di tahun 2011, Yanti mendirikan sebuah organisasi bernama LearnToLive, sebuah organisasi kemanusiaan untuk memberikan layanan kesehatan dan pendidikan bagi komunitas di Indonesia, tempat asal ayahnya.


Di tahun 2012, Yanti bersama dengan tim dokter, perawat dan yang lainnya mendatangi beberapa kawasan di Sulawesi Utara seperti Sapa, Beringin, Likupang, dan Bunaken. dalam membantu masyarakat di sana memperbaiki taraf kehidupan mereka. "Sampai sekarang kehadiran kami masih ada. Sekarang kami memberikan pelayanan di bidang kesehatan mental guna menangani berbagai masalah mental yang dihadapi warga di sana. Sesuatu yang di negara maju mungkin tidak masalah lagi namun di daerah seperti di Indonesia ketersediaan dokter ahli jiwa atau psikolog di kalangan masyarakat seperti di Sulawesi Utara masih langka." katanya lagi.


Atas kerja sosial ini dan juga kegiatannya sebagai perawat di Amerika Serikat, di tahun 2012, Yanti pernah terpilih sebagai 100 Perawat Terbaik untuk negara bagian Louisiana. Dari mana dia mendapatkan dana untuk melakukan kegiatan tersebut? Menurut Yanti, dia dan beberapa rekannya yang mencari dana yang mereka kumpulkan baik di Australia dan Amerika Serikat. "Ada juga beberapa pendonor yang memberikan sumbangan mereka." katanya. Yanti Turang mengatakan bangga bahwa namanya masuk ke dalam golongan Future Chasers oleh Departemen Perdagangan Australia. "Mudah-mudahan dengan ini, nama organisasi kami akan jadi lebih terkenal sehingga kami bisa melakukan lebih banyak kegiatan." katanya.Shafa's...

BELANTARA INDONESIA

by admin :

by admin :
Ponkesdes Sumber Waru. Diberdayakan oleh Blogger.
 
;