Selasa, 28 Juli 2015 0 Comments

Transformasi Kopi Arabika Bondowoso

Kopi Arabika bondowoso mendunia mas, bahkan setiap bulan dipastikan saya menerima kunjungan dari wisatawan mancanegara. Dari mana saja pak, timpa saya!!! Hampir dari seluruh benua kecuali Afrika. Ada yang dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah dan Asia. Itulah jawaban Pak Heru Setyo Wibowo yang menjabat sebagai Sekretaris Koperasi Rejo Tani Kecamatan Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso Provinsi Jawa Timur. Selain sebagai Sekretaris Koperasi beliau juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani “Harapan Makmur VI” yang merupakan satu dari 37 Kelompok Tani Kopi di Bondowoso yang merasakan perubahan nasib setelah mereka meningkatkan standar olahan kopinya.

Sebelum tahun 2010, Pak Heru dan kawan-kawan adalah petani kopi pada umumnya yang produksi Kopi Arabikanya hanya dihargai Rp. 2.000,-/kg sampai dengan Rp. 3.000,-/kg untuk biji buah gelondongan, sedangkan untuk kopi green bean hanya dihargai Rp. 22.000,-/kg sampai dengan Rp. 26.000,-/kg. Hal tersebut terjadi karena Proses tata niaga yang panjang dan sistem ijon yang tidak menguntungkan, menjadikan para petani kopi harus rela apabila kopinya dihargai rendah oleh para tengkulak.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan menggandeng berbagai elemen, yang bertekad untuk menjadikan Kopi Bondowoso menembus pasar dunia dan mengangkat nasib petani. Bekerjasama dengan Asosiasi Petani Kopi, Bank Indonesia Jember, Bank Jatim, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember, Masyarakat Indikasi Geografis, dan PT. Indocom Citra Persada, Pemerintah Kabupaten Bondowoso sejak tahun 2010 melakukan studi untuk memperbaiki proses pengolahan dan tata niaga kopi.

Sejak tahun 2010, para petani kopi dibawah kaki Gunung Ijen-Raung dibina dan dilatih untuk mengolah kopi dengan standar internasional. Dimana sebelumnya, pengolahan kopi dilakukan secara tradisional. Petik Kopi secara “rompalan” artinya tidak dipilah biji merah dan biji hijau yang belum terlalu matang sehingga, sehingga kualitas biji kopi jadi rendah. Pengolahannya juga hanya langsung dijemur dibawah terik matahari dengan alas terpal plastik atau dijemur di aspal sehingga rasanya bercampur tanah. Tanpa melalui proses-proses pengolahan kopi standar internasional.

Seluruh elemen tersebut kemudian bersinergi memperbaiki proses pengolahan, penyediaan infrastruktur seperti gudang dan pengairan, hingga tata niaga. Saya menyaksikan sendiri bagaimana kopi di Gunung Ijen-Raung ini diolah secara teliti dan rapi. Kualitasnya pun kini sudah mendapat sertifikasi internasional. PT. Indocom Citra Persada juga langsung membeli biji kopi dari petani untuk diekspor, sehingga memotong proses panjang rantai distribusi. Bank Indonesia Jember membantu menyediakan pipanisasi untuk proses pencucian dan membersihkan kopi. Sebelumnya, air yang digunakan harus berbagi dengan warga untuk keperluan rumah tangga akibatnya kopi tidak tercuci bersih karena kekurangan air.

Hasilnya, kini para petani kopi Gunung Ijen-Raung bisa mengekspor biji kopi sebanyak 300 ton setahun ke mancanegara. Kopi, yang diberi label Ijen-Raung Coffee itu, diekspor ke berbagai negara Eropa seperti Belanda, Italia, Swiss, Australia, Jepang, dan Amerika. Bahkan menurut Asisten Ekonomi Pemerintah Kabupaten Bondowoso, gerai Starbucks di Amerika Serikat sudah menggunakan kopi Bondowoso untuk jenis Java Coffee-nya.

Menurut Bapak Joko dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember, Java Coffee yang ada di mancanegara dapat dipastikan berasal dari Gunung Ijen-Raung Bondowoso ini. Ia menceritakan ada seorang Belanda yang pernah mencicipi secangkir kopi di Italia. Saking terkesannya, ia kemudian mencari asal kopi yang nikmat itu. Ia melakukan perjalanan mencicipi kopi di berbagai wilayah nusantara. Dari Aceh hingga Toraja. Tapi baru ia temukan kopi yang sama dengan yang dicicipinya di Italia, saat sampai di Bondowoso. Ia kemudian menjadi pembeli tetap produk Kopi Ijen-Raung Bondowoso.

Dari sisi petani kopi, perbaikan taraf hidup juga dirasakan langsung oleh para petani kopi di Bondowoso. Saya bertanya pada Pak Sugianto, yang telah menjadi petani kopi secara turun temurun. Seperti Pak Heru, Pak Sugianto kini bangga dengan pencapaian kopi Bondowoso. Sejak lima tahun terakhir ini, penghasilan dan taraf hidup mereka meningkat. Ekspor kopi ke mancanegara telah mengubah kehidupan di desa mereka. Bahkan dengan bekal peralatan dari bantuan Dinas Perkebunan Kabupaten Bondowoso dan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur sekarang belaiu sudah bisa membuat bubuk kopi sendiri yang langsung di pasok ke took sekitar bondowoso.

Pengangguran juga berkurang karena industri pengolahan kopi melibatkan banyak tenaga kerja, termasuk ibu-ibu rumah tangga. Pada gilirannya, kemiskinan juga berkurang signifikan di Bondowoso. Tak heran bila pada tahun 2014 ini, Kabupaten Bondowoso mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas kebijakannya yang pro-poor karena mampu menurunkan tingkat kemiskinan.

Pak Heru tak puas dengan penghargaan, walaupun sudah mendapat penghargaan sebagai petani berprestasi tingkat Jawa Timur. Bukan penghargaan yang saya cari. Tapi saya ingin Kopi Bondowoso ini mengguncang dunia, menembus pasar dunia, dikenal banyak orang. Karena ini adalah biji kopi terbaik dunia !”, demikian ucapnya dengan nada bicara yang tegas

Pak Heru dan Pak Sugianto adalah contoh para pejuang ekonomi yang punya idealisme tinggi. Mereka bukan sekedar mengolah dan menjual kopi. Tapi punya cita-cita bagaimana agar kopi Indonesia bisa  terus mendunia, dan tentunya nasib petani kopi bisa meningkat lebih baik.

Kopi Ijen-Raung menjadi contoh klaster kopi yang sukses di Indonesia. Pengelolaan yang dilakukan secara “HARMONIS”, saling bersinergi antar berbagai elemen, bisa menjadi contoh bahwa penyelesaian masalah bangsa ini membutuhkan kerjasama, sinergi, dan saling menghargai dari semua pihak. Semoga klaster ini bisa menginspirasi berbagai daerah dan wilayah lainnya untuk memperkuat komoditas-komoditas unggulannya, dan memperbaiki taraf hidup para petani.

Sumber : Klik di sini
0 Comments

Seriuskah Kita Dengan Apa Yang Kita Inginkan?


Oleh : Ust. Felix Siauw

Setiap dari kita tentu punya hajat, sayangnya tak semua dari kita pandai menempatkan kepada siapa kita meminta agar hajat kita dipenuhi

Ada diantara kita yang meminta dan berharap pada manusia, ada yang malah setengah memaksa dalam meminta-minta, atau yang terburuk, menyakiti dalam meminta

Padahal manusia itu lemah dan terbatas, setiap manusia juga punya keperluan, dan keperluan itu takkan habis dipenuhi, hingga ia selalu merasa kurang

Aneh, kita meminta urusan dunia pada manusia, sementara dunia ini tidak pernah menjadi milik manusia, padahal milik Allah segala yang ada di langit dan bumi

Memintalah pada Allah jangan pada manusia, berharaplah pada Allah bukan pada manusia

Dan sebaik-baik pinta pada Allah adalah ampunan dan ridha-Nya, tapi kalaupun meminta Allah soal hajat dunia, itupun tak dilarang

Bangunlah di sepertiga malam dan adukan semuanya pada Allah, memintalah kepada-Nya di saat banyak manusia tidur

Nabi saw bersabda, "Di malam hari terdapat suatu saat yang tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan saat tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malam" (HR Muslim)

Tiap malam Allah tawarkan kepada kita untuk meminta, tiap malam Allah tunggu doa kita untuk Dia kabulkan, tiap malam Allah tebarkan ampunan bagi yang meminta pada-Nya, yang perlu kita lakukan hanya berserius dan bersungguh-sungguh, istiqamah dalam meminta
Nabi saw juga mengingatkan kabar gembira, "Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa 1/3 malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’" (HR Bukhari Muslim)

MasyaAllah, masihkah kita sia-siakan malam-malam kita itu dengan tidur pulas semalaman? Seriuskah kita dengan apapun yang kita inginkan?
0 Comments

Mana Yang Lebih Aman, Merokok Atau Nginang?

Selain dibakar dalam bentuk rokok, tembakau juga dinikmati dengan cara lain termasuk dikunyah bersama daun sirih (nginang). Meski tidak berasap, nginang ternyata memiliki risiko kesehatan yang sama dengan merokok. Tradisi mengunyah tembakau dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia maupun dunia. Salah satunya di Jawa Tengah dan sekitarnya, yang populer dengan istilah nginang atau nyusur.

Saat nginang, tembakau tidak digunakan sendirian melainkan ada campurannya. Di antaranya adalah endapan kapur, buah pinang, daun gambir dan tidak lupa daun sirih. Masyarakat meyakini, tradisi ini memberikan manfaat bagi kesehatan gigi dan mulut. Meski belum banyak penelitian tentang dugaan tersebut, kebanyakan penginang memang memiliki mulut yang sehat serta gigi yang kuat meski berwarna agak kekuningan. Anggapan ini mungkin ada benarnya, sebab beberapa campurannya yakni gambir serta daun sirih dikenal sebagai antiseptik. Senyawa fitokimia yang terkandung di dalamnya dapat mencegah pertumbuhan kuman-kuman penyebab sakit gigi dan bau mulut. Selain itu nginang juga menggunakan endapan kapur sebagai campuran. Endapan yang telah membentuk pasta ini mengandung kalsium, yang diyakini punya manfaat bagi kesehatan gigi dan tulang.

Sampai di sini, manfaat nginang belum terbantahkan. Namun masih ada satu komponen lagi yang pastinya kontroversial, yakni tembakau. Jika tembakau dikatakan berbahaya ketika dalam bentuk rokok, apakah hal yang sama berlaku juga dalam nginang? Seperti dilansir dari ncbi.nlm.nih.gov, Senin (31/5/2010) sebuah penelitian pernah dilakukan oleh National Board of Health and Welfare (1997) untuk melihat hal itu. Ternyata pada smokeless tobacco (produk tembakau non-rokok) termasuk nginang, dijumpai risiko kesehatan yang sama dengan merokok meski sedikit lebih kecil.

Risiko penyakit jantung dan pembuluh darah pada smokeless tobacco meningkat 2 kali lipat dibandingkan ketika tidak mengonsumsi tembakau. Sedangkan pada rokok, risiko terebut meningkat 3 kali lipat. Selain itu, smokeless tobacco dapat meningkatkan tekanan darah sehingga memperbesar risiko hipertensi. Hal yang sama juga terjadi pada rokok.

Karena dampak negatifnya lebih kecil, dalam hal ini nginang bisa dikatakan lebih aman dibandingkan rokok. Apalagi dampak tersebut hanya dialami oleh yang bersangkutan, tidak seperti rokok yang mengenal istilah perokok pasif. Jika dari sisi kesehatan dampak negatif nginang sudah ditemukan, dampak negatif dari sisi lingkungan sebenarnya juga ada. Salah satu komponen dalam nginang adalah pinang, yang mengandung alkaloid bernama arecoline. Senyawa ini akan memberi warna yang khas pada air liur saat nginang, yakni merah terang. Kebiasaan buruk di desa-desa adalah meludah sembarangan. Dengan warna air liur yang semacam itu, kebiasaan itu tentu saja akan meninggalkan noda berupa bercak merah di mana-mana.

Sebenarnya masyarakat di Indonesia seperti di Jawa mempunyai wadah khusus untuk meludah, berupa kaleng kecil yang disebut tempolong. Masalah lingkungan akan teratasi jika saja semua orang yang nginang punya wadah semacam ini.Dh…
Senin, 27 Juli 2015 2 Comments

Puskesmas Santun Usila - Inovasi

Usia Lanjut merupakan anugerah, menjadi tua dengan segenap keterbatasan pasti akan dialami seseorang bila ia panjang umur …

Peraturan Perundang-undangan yang mengatur tentang Lansia antara lain :

1.Undang-undang RI No. 6 Tahun 1974 Tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kesejahteraan Lansia
2.Undang-undang No.13 Tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usila
3.Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2004 Tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Lanjut Usila
4.Keputusan Presiden No.52 Tahun 2004 Tentang Komisi Nasional Lanjut Usila
5.Keputusan Presiden No. 93/M tahun 2005 Tentang Keanggotaan Komisi Nasional Lanjut Usila

Pengertian Puskesmas Santun Usila :

Adalah Puskesmas yg melaksanakan pelayanan kesehatan kpd Pra Lansia & Lansia yg meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif yg lebih menekankan unsur pro aktif, kemudahan proses pelayanan, santun, sesuai standart pelayanan & kerjasama dgn unsur lintas sektor. Program Lansia tdk terbatas pd pelayanan kesehatan klinik saja, tetapi jg pelayanan kesehatan di luar gedung & pemberdayaan masyarakat.

Ciri – ciri Puskesmas Santun Usila :

1.Memberikan pelayanan yg baik, berkualitas & sopan
-Karena Usila kemampuan fisiknya sangat terbatas & gerakan lamban
-Kesabaran dlm menghadapi Usila
-Kemauan & kemampuan utk memberikan penjelasan scr tuntas
-Melayani Usila sesuai prosedur yg berlaku
-Menghargai Usila dgn memberikan pelayanan  yg sopan santun
2.Memberikan kemudahan dlm pelayanan kpd Usila
-Untuk menghindari antrian yg berdesakan perlu didahulukan karena kondisi fisik Usila
-Kemudahan         : Loket pendaftaran tersendiri,Ruang konseling tersendiri (terpisah),Mendahulukan pelayanan disesuaikan kondisi setempat
3.Memberikan keringanan / bebas biaya pelayanan kesehatan bagi Usila Gakin
-Lansia yg sudah pensiun / tidak bekerja
-Keterbatasan dana utk mencukupi biaya hidup / kebutuhan kesehatannya
-Berikan keringanan / bebas biaya pelayanan di Puskesmas
4.Memberikan dukungan / bimbingan pd Usila dlm memelihara & meningkatkan kesehatannya agar tetap sehat & mandiri
-Lakukan penyuluhan kesehatan, gizi & tetap berperilaku hidup sehat
-Anjurkan tetap beraktifitas sesuai kemampuan serta menjaga kebugarannya dgn olahraga /senam
-Anjurkan tetap melakukan & mengembangkan hobi / kemampuannya terutama usaha ekonomi produktif
-Anjurkan melaksanakan aktifitas scr bersama /dgn kelompoknya : pengajian, kesenian, rekreasi dll dgn harapan merasakan kebersamaan & saling berbagi
5.Melakukan pelayanan kesehatan scr proaktif utk dpt menjangkau sebanyak mungkin sasaran Usila di wilayahnya
-Melakukan fasilitasi & pembinaan pd Poksila dgn deteksi dini, pemeriksaan kesehatan & tinjauan pd saat kegiatan
-Bagi lansia yg dirawat di rumah dilakukan kunjungan rumah utk perkesmas
-Pelayanan kesehatan di Pusling / kunjungan luar gedung
6.Melakukan kerjasama lintas program & lintas sektoral  dengan azas kemitraan dalam rangka untuk pembinaan & meningkatkan kualitas hidup Usila
-Kesehatan mental & sosial (Depsos, Kemenag)
-Peningkatan peran keluarga & masyarakat (PKK, Depsos)
-Koordinasi  & menggalang kerjasama dgn dinas terkait (Tim Pokjatap)


Manajemen Puskesmas Santun Usila :


PERENCANAAN
-Kesepakatan antara staf Puskesmas tentang pembinaan kegiatan Usila : Penanggung jawab, Koordinator , dan Pelaksana kegiatan pelayanan kesehatan Usila
-Pengumpulan data dasar
-Pendekatan & kerjasama lintas sektoral

PELAKSANAAN
-Prosedur yg diberikan adalah kemudahan & kenyamanan para Usila :
-Loket khusus
-Ruang pelayanan khusus & semua fasilitas untuk memudahkan pelayanan Usila (kursi khusus, koridor dengan pegangan dan jalan yang tidak terlalu licin/terjal, toilet dengan pegangan, dll)

MONITORING
Monitoring melalui :
Pengamatan  Langsung : Lihat apakah pelaksanaan kegiatan sesuai  dgn rencana, apakah berhasil, apakah ada hambatan/masalah, bagaimana kinerja petugas  / kader

EVALUASI
Evaluasi melalui :  
-Data
-Lakukan Studi 
-Pengamatan Langsung
-Penelitian Khusus.
dkks...

Alur Pembinaan Kesehatan di Wilayah Puskesmas Santun Usila

Alur Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Santun Usila

Minggu, 26 Juli 2015 0 Comments

Kopi Pegunungan Ijen-Raung Masuk Jajaran Kopi Specialty

Warga Bondowoso, khususnya pecinta kopi sejati harus berbangga diri karena memiliki kopi yang sangat baik. Di pasar domestik ataupun internasional kopi asal Bondowoso sudah diakui bermutu sangat tinggi. Berdasarkan data yang ada, petani kopi Arabika Java Ijen – Raung telah mengajukan permohonan Perlindungan Indikasi Geografis ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Itelektual Kementerian Hukum dan HAM RI pada bulan November 2012. Perlindungan ini sangat penting bagi masyarakat di kawasan pegunungan Ijen-Raung karena selain menigkatkan taraf hidup dan menjaga kelestarian Indikasi Geografis Java Coffee.


Ke Khasan Java Coffee
Beberapa kajian yang telah dilakukan di kawasan yang berada pada garis lintang antara 07° 56.130’ – 08° 01.527’ LS , garis busur antara 114° 02,121’- 114° 09.335’ BT tersebut, telah mendiskripsikan sebagai kawasan dataran tinggi dengan variasi topografi antara datar, bergelombang dan berbukit. Terdapat 5-6 bulan kering pada bulan Mei-September. Jenis tipe tanah adalah Andisol dengan kesuburan fisik dan kimia sangat tinggi. Tanaman kopi di tanam di bawah penaung yang mempunyai kecenderungan mudah terdekomposisi dengan C/N rasio kurang dari 15 dan pH tanah antara 5.8-6.35 sehingga cukup optimal untuk pertumbuhan tanaman kopi. Dataran pengunungan Ijen-Raung yang berada pada ketinggian antara 900 – 1.500 m d.p.l dengan suhu rata-rata 15-25° C sangat cocok untuk penanaman Kopi Arabika Java Ijen-Raung. Masyarakat dikawasan pegunungan Ijen-Raung sangat memperhatikan metode pengolah kopi baik dari hulu sampai hilir. Skor cup test dengan metode penyangraian menengah (medium roast) berkisar antara 80,27-84,88 dan dikatagorikan kopi dari kawasan pegunungan Ijen-Raung tersebut kedalam jajaran kopi specialty menurut standar Specialty Coffee Association of America dengan cita rasa spesifik rasa manis (sweetnes) dan pedas(spicy) yang sangat kuat.

Peran Perhimpunan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (PMPIG)
Melihat keunikan yang dimiliki baik pada kawasan fisik pegunungan Ijen dan Raung, citarasa khas pada produk yang dihasilkan serta kepedulian masyarakat terhadap mutu kopi yang dihasilkan, maka masyarakat perkopian di dataran tinggi pegunungan Ijen dan Raung secara demokratis telah membentuk lembaga swadaya masyarakat dengan nama “Perhimpunan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (PMPIG) Kopi Arabika Ijen-Raung” dan PMPIG Kopi Arabika Ijen-Raung telah mengusulkan pendaftaran perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kopi Arabika dari kawasan pegunungan Ijen-Raung ke Direktorat Jenderal HKI, Kementerian Hukum dan HAM., dengan nama Indikasi Geografis “Kopi Arabika Java Ijen-Raung”. Adapun produk-produk yang dimintakan perlindungan Indikasi Geografis adalah kopi HS kering, kopi biji, kopi sangrai, dan kopi bubuk. Untuk menjaga reputasi baik di pasar domestik dan pasar interasional, maka PMPIG telah bertekad untuk menjaga mutu prima Kopi Arabika Java Ijen-Raung sesuai dengan apa yang tertera di dalam Buku Persyaratan pengajuan usulan pendaftaran Indikasi Geografis.Sebond...


BELANTARA INDONESIA

by admin :

by admin :
Ponkesdes Sumber Waru. Diberdayakan oleh Blogger.
 
;