Jumat, 01 Agustus 2014

Fistula Preaurikular Kongenital

Pernahkan anda menemukan kasus seperti dibawah ini? Mari kita mengenal lebih jauh tentang kelainan bawaan yang sering disebut dengan Fistula Preaurikular Kongenital ini.
Fistula Preaurikular Kongenital pada umumnya terjadi akibat kegagalan penyatuan atau penutupan dari tonjolan - tonjolan (hilokz) pada masing - masing arkus brankialis pertama dan kedua yang akan membentuk daun telinga pada masa pembentukkan embrional. Biasanya terdapat di bagian anterior tragus atau crus helicis, tetapi jarang ditemukan di bagian superior atau inferior perlekatan telinga. Kelainan ini pertama kali diperkenalkan oleh Heusinger pada tahun 1864. Sering ditemukan pada suku bangsa di asia afrika, merupakan kelainan herediter yang dominan.
Keadaan ini sering kurang mendapat perhatian dari penderita karena pada umumnya tidak menimbulkan gejala dan karena ukuran lubangnya yang kecil (lebih kecil dari 1mm). Pada keadaan tenang, tampak muara fistula berbentuk bulat atau lonjong, berukuran seujung pensil, dari muara fistula sering keluar secret yang berasal dari kelenjar sebasea dan bila infeksi dapat mengeluarkan secret yang berbau busuk.
Penatalaksanaan Fistula Preaurikular Kongenital ini tidak diperlukan kecuali pencegahan terjadinya infeksi yaitu menghindari manipulasi dan membersihkan muara dari sumbatan dengan alkohol atau cairan antiseptik lainnya secara rutin. Pada kasus dengan infeksi biasanya dapat diberikan antibiotik dan kompres hangat.
Pembedahan fistula adalah dengan diseksi dan eksisi komplit dari fistula dan salurannya, hanya dilakukan pada infeksi yang berulang oleh karena sulitnya mengeluarkan fistula secara lengkap. Cara lain ialah dengan fistulografi, yaitu dengan cara memasukkan zat kontras ke dalam muara fistula lalu dilakukan pemeriksaan radiologis, pada pemeriksaan fistulografi tidak dapat menggambarkan jalur traktus yang sebenarnya karena infeksi yang berulang menimbulkan tersumbatnya traktus oleh jaringan fibrosis. Pembedahan dilakukan apabila inflamasi sudah sembuh.Shafa's...

8 Comments:

Syahrizal Anwar mengatakan...

banyak para ortu yang belum sadar tentang hal ini.trims infonya....sangat bermanfaat...

Unknown mengatakan...

Anak saya mengalami kelainan ini, tiap hari ada cairan keluar dari lubang nya,, penanganan nya bgmn? Apakah berbahaya ?

Unknown mengatakan...

Anak saya mengalami kelainan ini, tiap hari ada cairan keluar dari lubang nya,, penanganan nya bgmn? Apakah berbahaya ?

@pohontua28 mengatakan...

@Refny Anggaraini, yg sya tau dn brdasarkan penglaman, biasanya cairan yg keluar trjadi krna adanya infeksi di saluran trsebut. penanganannya hanya sebatas membersihkan area atau lubang abnormal trsebut dengan antiseptik, bsa alkohol ataupun betadine secara rutin setiap hari...

Unknown mengatakan...

Saya mempunyai kelainan tersebut dan keluar cairan kuning susu berbau kalau dipencet,sejak tahun 1975 sampai sekarang. saya kira normal karena cuma sedikit sekali cairannya.
Sering saya pencet dibersihkan setiap mandi. Apa ada obat luar yg bisa menghentikan keluarnya cairan tsb?

@pohontua28 mengatakan...

@Datoek Aan maaf baru aktif kembali. Saya rasa juga begitu. Efek yg ditimbulkan merupakan salah satu akibat dari munculnya saluran abnormal tersebut. Jadi sepengetahuan saya, proses keluarnya cairan trsebut tidak bisa dihentikan atau dicegah dengan obat, selama saluran itu masih ada...

Alif mengatakan...

Saya punya kelainan ini, Tante saya juga punya. Cuma kalau saya kurang tau, klu emg harus d keluar kan cairannya. Karena sakit kalau di pencet. Saya biasanya bengkak gtu, dan terjadi klu saya lgi banyak pikiran contoh klu lgi ujian Nasional, dari saya adalah smapi lulus SMA. Pasti abis ujian saya operasi pembersihan. Setiap3tahun sekali kaya gtu. Itu bisa terjadi karena kita stres atau hanya karena infeksi? Apa emg harus di angkat lubangnya biar tidak infeksi lgi? Tapi apa ada efek sampingnya? Karena saya bosen lama" harus masuk ruang bedah, karena setiap dokter yg saya kunjungi berbeda pendapat semua.

@pohontua28 mengatakan...

@Unknown, sbb.... Menurut pengalaman, adik laki2 dan anak perempuan saya juga punya, namun tdk smp terjadi infeksi sprti yg saudara alami. Klo memang krna stress, sebisa mungkin kita hindari stressor trsebut dan positif thinking saja dlam sgala hal, apalagi ketika sedang menghadapi ujian. Usahkan pikiran sllu tenang. Dan alangkah lebih baiknya kita sllu berkonsultasi dengan dokter/spesialis dalam penanganan lebih lanjut.

Posting Komentar

BELANTARA INDONESIA

by admin :

by admin :
Ponkesdes Sumber Waru. Diberdayakan oleh Blogger.
 
;